Text
LAILA DAN MAJNUN
Kisah Layla Majnun, Cerita Cinta Ketuhanan oleh Nizami Ganjavi. Cerita dan kisah ini sebenarnya sudah dikenal sebelum ditulis oleh Nizami, cerita ini sudah jadi cerita rakyat. Apakah ini kisah nyata atau kisah rekaan? Itu bukan bahasan kita. Pada kesempatan ini kita akan mengkaji bagaimana memahami cinta ketuhanan lewat Kisah Layla Majnun karya Nizami.
Cerita ini ditulis oleh Jamaludin Ilyas bin Yusuf bin Zaki, nama penanya adalah Nizami, kadang-kadang disebut Nizami Ganjavi, berasal dari Azerbaijan yang zaman itu masih di bawah Imperium Persia. Nizami adalah anak yatim sejak kecil, dia dibesarkan oleh pamannya dan disekolahkan.
Anaknya sangat pintar, menguasai banyak ilmu agama, dan bahkan nanti digelari hakim. Hakim tidak dalam arti penguasa pengadilan, tapi orang yang ahli hikmah. Selain itu Nizami juga dikenal sebagai sastrawan. Dia menulis banyak naskah, salah satunya adalah Kisah Layla Majnun.
Majnun itu gelarnya, nama aslinya adalah Qays ibnu Mulawwi. Majnun satu akar kata dengan Jin. Mungkin jika diterjemahkan langsung, Majnun adalah orang yang kesurupan Jin atau orang yang gila karena cinta. Jatuh cinta yang parah “banget” biasanya seperti orang kesurupan, akalnya tidak jalan, makanya disebut Majnun.
Sementara Layla secara akar kata itu artinya malam. Ada yang bilang dinamakan Layla karena matanya sangat indah, hitam pekat seperti malam. Kisah Layla Majnun merupakan anak-anak muda dari dua kabilah yang berbeda.
Qays dan Layla adalah anak kepala suku pada kabilah masing-masing. Qays ini idola disukunya, anaknya ganteng dan digadang-gadang oleh ayahnya untuk menjadi penerus kepala suku berikutnya. Olehnya itu, Majnun oleh ayahnya disekolahkan di tempat yang elit, sekolah unggulanlah.
Nah, di sekolah inilah nanti Majnun ketemu Layla Ibnu Amir. Karena sama sama anak kepala suku, keduanya pasti terawat. Layla dikenal kecantikannya, kalau Majnun dikenal dengan ketampanannya.
Tidak tersedia versi lain